Tuesday, January 24, 2017

EKONOMI DALAM PRESPEKTIF ISLAM

    BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Sejak zaman Nabi Muhammad, ekonomi Islam telah berjalan hampir diseluruh zazirah Arab bahkan sampai ke Afrika ini ditandai dengan adanya kelompok-kelompok atau suku-suku di Arab waktu itu melakukan transaksi atau berdagang hingga berbulan-bulan, karena dalam Islam tidak ada larangan bagi seorang Islam berhubungan toisriis dan dagang dengan non Islam. Namun Islam juga memiliki prinsip-prinsip etika dalam melakukan Ekonomi Islam yang salah satunya adalah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (bunga) yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an.
Sistem ekonomi Islam sangat jauh berbeda dengan sistem kapitalis yang banyak diterapkan oleh negara-negara barat termasuk negara-negara Islam. Namun akhir-akhir ini ekonomi Islam yang diterapakn secara syariah ulai diperhitungkan oleh ekonomi Global, terbukti pada saat menjadi solusi untuk menyelamatka dari krisis ekonomi di tahun 1998. Hal ini dibuktikan di tengah krisis ekonomi tahun 1998, ketika perbankan konvensional berguguran (likuidasi) oleh Pemerintah, ekonomi syariah mampu bertahan. Sistem Ekoomi Syariah memliki prospek yang sangat baik untuk berkembang di negara-negara Islam khususnya di Indonesia. Tidak hanya itu saja saat ini pun sudah banyak lembaga keuangan dengan prinsip syariah seperti, asuransi, pegadaian, pasar modal, dan komoditas syariah.
Pada prinsipnya sistem ekonomi syariah Islam bukan hanya untuk mementingkan suatu golongan tertentu atau setidaknya kepentingan sendiri untuk mendapatkan untung yang sebesar-besarnya tanpa mempertimbangkan bagaiman kondisi nasabahnya. Perekonomian Islam tidak menggunakan sistem riba melainkan dengan sistem bagi hasil yang transparan, jujur dan akad (perjanjian) yang baik.
Kemunduran ekonomi kapitalis yang menerapkan asas pasar bebas dan ekonomi sosialis dengan kontrol negara dalam perekonomian secara terpusat, merupakan titik pijak bagi perkembangan ekonomi syariah. Asas yang didepankan dalam ekonomi syariah adalah keadilan atau kesetaraan hak dan kewajiban, peniadaan segala bentuk penindasan atau penggerogotan terhadap pihak lain, serta memiliki dimensi sosiologis. Pilar utama perekonomian syariah adalah perbankan syariah.
1.2  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa perbedaan Ekonomi Islam dan  konvensional?
2.      Apa prisnsip Ekonomi Islam?
3.      Apa keunggulan Ekonomi Islam?
4.      Apa prospek Ekonomi Islam?

1.3  TUJUAN
1. Untuk mengetahui perbedaan antara Ekonomi Islam dan konvesional.
2. Untuk mengetahui prisnsip Ekonomi Islam.
3. Untuk mengetahui keunggulan Ekonomi Islam.
4. Untuk mengetahui prospek Ekonomi Islam.














BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Perbedaan Ekonomi Islam dan Konvensional
A.    Sistem Ekonomi Konvensional
Sistem ekonomi konvensional merupakan sistem ekonomi yang banyak digunakanoleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Ekonomi konvensional merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Sistem ekonomi konvensional menyatakan bahwa pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungankegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalamekonomi. Dalam ekonomi konvensional, setiap harga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuaidengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya, serta melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebasdengan berbagai cara. Hal ini mengakibatkan terbentuknya sekelompok orang yang kayadan sekelompok orang yang miskin. Kaum kaya akan semakin kaya dan kaum miskin akansemakin miskin. Di dalam sejarah dunia, terdapat beberapa sistem ekonomi konvensionalyang begitu berpengaruh diantaranya:
a.Sistem Ekonomi Kapitalis
Salah satu sistem perekonomian yang sudah ada sejak abad 13 masehi, diawali di Inggris dan kemudian menyebar luas ke kawasan Eropa Barat laut dan Amerika Utara.Sistem Ekonomi Kapitalis adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Dalam sistem ini pemerintah dapat ikut campur atau tidak sama sekali dalam sistem ekonomi ini. Lembaga hak milik swasta merupakan elemen paling pokok dari kapitalisme.
            Ciri-ciri Ekonomi Kapitalis
Ø  Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi dimana pemilikan alat-alat produksi di tangan individu dan individu bebas memilih pekerjaan usaha yangdipandang baik bagi dirinya.
ü  perekonomian diatur oleh mekanisme pasar dimana pasar berfungsi memberikan ”signal” kepada produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin.
ü  Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingan sendiri.
 b.  Sistem Ekonomi Sosialis
Gerakan ekonomi yang muncul sebagai perlawanan terhadap ketidak-adilan yangtimbul dari sistem kapitalisme. sebutan sosialisme menunjukkan kegiatan untuk menolong orang-orang yang tidak beruntung dan tertindas dengan sedikit tergantung dari bantuan pemerintah. Dalam bentuk yang paling lengkap sosialisme melibatkan pemilikan semua alat-alat produksi, termasuk di dalamnya tanah-tanah pertanian oleh negara, dan menghilangkan milik swasta. Dalam masyarakat sosialis hal yang menonjol adalah kolektivisme atau rasa kebersamaan.
Dengan demikian sistem ekonomi sosialis merupakan suatu sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.
Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis
1.      Lebih mengutamakan kebersamaan dan kolektivisme:
Ø  Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka.
Ø  Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi dan individu( dalam sistem sosialis peran pemerintah sangat kuat
Ø  Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
Ø Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara
2.   Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi :
Ø  Pola produksi dan aset dikuasai masyarakat melahirkan kesadaran kolektivisme dan masyarakat sosialis
Ø  Pola produksi dan aset dikuasai individu( melahirkan kesadaran individualisme dan masyarakat kapitalis
Ø  Mengabaikan pendidikan moral.[1]

B.     Sistem Ekonomi Islam
Sistem ekonomi islam adalah sistem ekonomi yang dijalankan berdasarkan syariat islam atau aturan-aturan Allah. Sistem ini bertitik tolak dari Allah, bertujuan akhir pada Allah, dan menggunakan sarana yang tidak lepas dari syariat islam.
Dalam segala kegiatan ekonomi yang dilakukan manusia harus sesuai dengan ketentuan Allah, baik dalam hal jual beli, simpan pinjammaupun investasi.[2]
Ciri-ciri ekonomi Islam:
1.   Penyucian jiwa agar setiap muslim boleh menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya.
2.   Tegaknya keadilan dalam masyarakat. Keadilan yang dimaksud mencakupi aspek kehidupan di bidang hukum dan muamalah.
3.   Tercapainya maslahah (merupakan puncaknya).[3]
Ekonomi islam mempunyai pedoman/acuan dalam kegiatan ekonomi yang bersumber dari wahyu ilahi maupun pemikiran para mujtahid sedangkan ekonomi konvensional didasarkan kepada pemikir yang didasarkan kepada paradigma pribadi mereka masing-masing sesuai dengan keinginannya, dalam ekonomi konvensional menilai bahwa agama termasuk hukum syariah tidak ada hubungannya dengan kegiatan ekonomi.
Dalam ekonomi islam negara berperan sebagai wasit yang adil, maksudnya pada saat tertentu negara dapat melakukan intervensi dalam perekonomian dan adakalanya pun tidak diperbolehkan untuk ikut campur, contohnya pada saat harga-harga naik, apabila harga naik disebabkan karena ada oknum yang melakukan rekayasa pasar maka pemerintah wajib melakukan intervensi sedangkan apabila harga naik karena alamiah maka pemerintah tidak boleh ikut campur dalam menetapkan harga. Dalam ekonomi konvensional, kapitalis tidak mengakui peran pemerintah dalam perekonomian, dalam sosialis negara berperan absolut dalam ekonomi sehingga tidak terdapat keseimbangan antara kedua sistem tersebut.
Dalam ekonomi islam mengakui motif mencari keuntungan tetapi dengan cara-cara yang halal, dalam ekonomi kapitalis mengakui motif mencari keuntungan tetapi tidak ada batasan tertentu sehingga sangat bebas sesuai yang dilandasi dengan syahwat spekulasi dan spirit rakus para pelaku ekonomi, dalam ekonomi kapitalis tidak mengakui motif mencari  keuntungan sama sekali sehingga keduanya tidak dapat berlaku adil dalam ekonomi[4].

2.2 Prinsip Ekonomi Islam
a.      Melarang Maisyir  
Maisyir adalah suatu tindakan perjudian, yang berarti seseorang ingin mendapatkan harta tanpa harus bersusah payah. Atau suatu pekerjaan untuk memperkaya diri sendiri, akan tetapi dengan cara merugikan pihak lain.
b.      Larangan Gharar
Gharar yaitu suatu tindakan penipuan yang dapat merugikan orang lain, dimana dalam transaksi terdapat unsur- unsur tersembunyi yang dilakukan oleh salah satu pihak untuk mendapatkan keuntungan.
Gharar berakibat sangat buruk, yaitu akan menimbulkan kebencian pada pihak yang bertransaksi.
c.       Larangan melakukan hal Haram 
Haram yaitu hukum yang dijatuhkan pada suatu dzat atau benda, yang dilarang untuk digunakan atau dikonsumsi karena dilarang oleh Allah, baik dari barang itu sendiri maupun cara memperolehnya.
d.      Larangan Dzalim
Yaitu tindakan yang merugikan orang lain, maupun menyakiti orang lain untuk maksud tertentu. Karena dalam islam, sebauan transaksi yang dilakukan harus atas dasar saling ridho, maka islam tidak membenarkan hal ini.
e.       Larangan Ikhtikar 
Yaitu suatu kegiatan penimbunan barang, untuk maksud memperoleh keuntungan yang besar dengan cara menahan suatu barang dalam suatu keadaan dan akan memjualnya kembali pada saat harga sedang melonjak.


f.       Larangan Riba
Yaitu tambahan atas suatu transaksi yang dilakukan, biasanya dalam utang piutang yaitu dalam bentuk bunga. Islam tidak membenarkan riba dalam bentuk apapun, walaupun keduanya sama-sama rela, kecuali dalam bentuk bonus atau bentuk terima kasih peminjam kepada yang meminjami.[5]

2.3   Keunggulan Ekonomi Islam
1.      Lebih tahan terhadap krisis
2.      Tidak adanya bunga, Mendorong sektor riil, & Finance Deposit Ratio pada perbankan syariah  tinggi selalu dikisaran 100%
1.      Berkah, Aman, Transparan, dalam profit
2.      Terwujud Keharmonisan, Kebersamaan, & Keadilan 
3.      Menekan inflansi ( terjadinya harga barang yang meningkat )
4.      Berpihak pada ekonomi Rakyat
5.      Melancarkan arus barang &  produksi
6.      Terdapat pinjaman lunak
7.      Transparan dengan bagi hasil[6]

2.4  Prospek Ekonomi Islam
Ada beberapa faktor pendukung prospek lajunya sistem ekonomi Islam di negeri ini. Di antaranya:
1.
Hancurnya sosialisme
            Sosialisme hancur beberapa waktu lalu seiring dengan runtuhnya Uni Sovyet dan sejumlah negara komunis lainnya di penghujung tahun 80-an serta makin loyonya Kapitalisme seperti ditunjukkan oleh terjadinya krisis di berbagai negara. Di Indonesia, misalnya, krisis ekonomi yang telah berlangsung hingga saat ini betul-betul membawa pengaruh yang sangat buruk bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Puluhan juta orang terpaksa hidup dalam kemiskinan. Belasan juta kehilangan pekerjaan. Jutaan anak harus putus sekolah. Jutaan lainnya mengalami malnutrisi. Hidup semakin tidak mudah dijalani, sekalipun untuk sekadar mencari sesuap nasi. Beban kehidupan bertambah berat seiring dengan kenaikan harga-harga akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Bagi mereka yang lemah iman, berbagai kesulitan yang dihadapi itu dengan mudah mendorongnya untuk melakukan tindak kejahatan. Berbagai bentuk kriminalitas—mulai dari pencopetan, perampokan maupun pencurian dengan pemberatan serta pembunuhan dan perbuatan tindak asusila, budaya permisif, pornografi dengan dalih kebutuhan ekonomi terasa—semakin meningkat tajam. Di sisi lain, sekalipun pemerintahan reformasi telah berjalan hampir satu dasawarsa, kestabilan politik belum juga kunjung terwujud
            Dengan demikian, berkutat dengan cara-cara Kapitalisme dalam menyelesaikan krisis ekonomi atau ragu terhadap cara Islam hanya akan memperpanjang krisis. Itu berarti akan memperparah keadaan yang akan semakin membuat kita menderita. Masalahnya, sistem apa yang kiranya dapat menggantikan Kapitalisme setelah saudara kembarnya, Sosialisme, bahkan telah lebih dulu mengalami kebangkrutan? Di sinilah Islam, tepatnya sistem ekonomi Islam, memiliki peluang sangat besar. "Krismon" ternyata membawa berkah.

2.      Tumbuhnya berbagai institusi keuangan Islam di berbagai negara.

            Di Indonesia, BMI yang berdiri pada tahun 1992 bisa disebut sebagai perintis lembaga keuangan syariah. Cukup lama BMI menjadi pemain tunggal dalam dunia perbankan syariah, sekalipun sebenarnya tergolong terlambat dibandingkan dengan perkembangan bank syariah di negara lain. 
Bank syariah (dalam hal ini BMI) terbukti mampu bertahan menghadapi "krismon". Saat bank-bank konvensional "berdarah-darah" diterpa badai krisis, bahkan puluhan di antaranya terpaksa harus dilikuidasi, bank syariah tetap tegak berdiri. Memang, BMI pada puncak krisis tahun 1998 menderita rugi Rp 72 miliar, tetapi tahun 1999 sudah pulih dan meraih untung Rp 2 miliar. Kenyataan ini menunjukkan bahwa dengan sistem syariah, dunia perbankan akan terhindar dari momok yang sangat ditakuti

3.       Tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan dan wacana ekonomi Islam.

            Di Indonesia, kian hari makin bertambah banyak lembaga pendidikan yang membuka program studi, jurusan bahkan sekolah tinggi ekonomi Islam. Hal ini, di samping dipengaruhi oleh kegairahan dalam pengkajian ekonomi Islam secara ilmiah, didorong oleh semakin diperlukannya banyak SDM yang mumpuni guna menunjang pertumbuhan lembaga-lembaga keuangan atau praktik Ekonomi Islam.

            Di luar Indonesia, pertumbuhan seperti itu malah sudah lebih dulu terjadi, termasuk juga di universitas-universitas Barat yang notabene sekular, seperti Louborough University dan University of Durhem, yang merupakan dua perguruan tinggi bergengsi di Inggris. London School of Economics dan Harvard School of Law sudah sering meminta ceramah ilmiah kepada para pakar- ekonomi Islam seperti Dr. Umar Chapra, Dr. Khursid Ahmad dan lain-lain.
           
        Berbagai  kajian  baik melalui media cetak maupun elektronik, konferensi dan seminar baik dalam skala lokal, regional, nasional maupun internasional telah dilakukan. Penerbitan buku-buku tentang ekonomi Islam juga makin mendorong kesadaran dan minat masyarakat pada ekonomi Islam.

4.      Meningkatnya kesadaran umat seiring dengan berkembangnya wacana tentang ekonomi Islam melalui berbagai saluran.
      Faktor ini sangat penting. Sebab, apapun yang akan menjadi aktor utama, baik berperanan sebagai subyek maupun obyek dalam ekonomi Islam, tetap saja umat. Tanpa kesadaran, ekonomi Islam akan mengalami stagnasi, bahkan tertolak.[7]







BAB 3
PENUTUP
1.1  KESIMPULAN
1.      Perbedaan ekonomi Islam dan Konvensional yaitu:
ü  Ekonomi islam mempunyai pedoman/acuan dalam kegiatan ekonomi yang bersumber dari wahyu ilahi maupun pemikiran para mujtahid sedangkan ekonomi konvensional didasarkan kepada pemikir yang didasarkan kepada paradigma pribadi mereka masing-masing.
ü  Dalam ekonomi islam negara berperan sebagai wasit yang adil, sedangkan ekonomi konvensional, kapitalis tidak mengakui peran pemerintah dalam perekonomian, dalam sosialis negara berperan absolut dalam ekonomi sehingga tidak terdapat keseimbangan antara kedua sistem tersebut.
ü  Dalam ekonomi islam mengakui motif mencari keuntungan tetapi dengan cara-cara yang halal sedangkan dalam ekonomi kapitalis mengakui motif mencari keuntungan tetapi tidak ada batasan tertentu.
2.      Prinsip Ekonomi Islam
ü  Melarang Maisyir  
ü  Larangan Gharar
ü  Larangan melakukan hal haram
ü  Larangan dzalim
ü  Larangan ikhtikar
ü  Larangan Riba
3.      Keunggulan Ekonomi Islam
ü  Lebih tahan terhadap krisis
5.      Tidak adanya bunga, Mendorong sektor riil, & Finance Deposit Ratio pada perbankan syariah  tinggi selalu dikisaran 100%
8.      Berkah, Aman, Transparan, dalam profit
9.      Terwujud Keharmonisan, Kebersamaan, & Keadilan 
10.  Menekan inflansi ( terjadinya harga barang yang meningkat )
11.  Berpihak pada ekonomi Rakyat
12.  Melancarkan arus barang &  produksi
6.    Terdapat pinjaman lunak
7.      Transparan dengan bagi hasil
4.      Prospek Ekonomi Islam
ü  Hancurnya sosialisme
ü  Tumbuhnya berbagai institusi keuangan Islam di berbagai Negara
ü  Tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan dan wacana ekonomi Islam.
ü  Meningkatnya kesadaran umat seiring dengan berkembangnya wacana tentang ekonomi Islam melalui berbagai saluran
3.2 SARAN
            Kami selaku pemakalah mohon maaf atas segala kekurangan yang terdapat dalam makalah ini, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman semua agar makalah ini dapat dibuat dengan lebih baik lagi. Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan. Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka.











DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/12178261/Ekonomi_Syariah_dan_Ekonomi_Konvensional
http://www.ilmuekonomi.net/2015/10/pengertian-dan-ciri-ciri-sistem-ekonomi-islam..html
http://www.ekonomiplanner.com/2014/06/prinsip-dan-ciri-ciri-ekonomi-islam.html
http://zukirahilmiana.blogspot.co.id/2013/10/perbedaan-antara-ekonomi-konvensional.html
http://economicvalueoftime.blogspot.co.id/2011/12/apa-saja-keunggulan-sistem-ekonomi.html
http://halqoh-online.blogspot.co.id/2010/09/prospek-ekonomi-islam.html




[1] https://www.academia.edu/12178261/Ekonomi_Syariah_dan_Ekonomi_Konvensional
[2] http://www.ilmuekonomi.net/2015/10/pengertian-dan-ciri-ciri-sistem-ekonomi-islam..html
[3] http://www.ekonomiplanner.com/2014/06/prinsip-dan-ciri-ciri-ekonomi-islam.html
[4] http://zukirahilmiana.blogspot.co.id/2013/10/perbedaan-antara-ekonomi-konvensional.html
[5] http://www.ilmuekonomi.net/2015/10/pengertian-dan-ciri-ciri-sistem-ekonomi-islam..html
[6] http://economicvalueoftime.blogspot.co.id/2011/12/apa-saja-keunggulan-sistem-ekonomi.html
[7] http://halqoh-online.blogspot.co.id/2010/09/prospek-ekonomi-islam.html